Masuk 10 Besar Kopi Mattabulu Dapat Penawaran dari STP Trisakti Jakarta

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masuk 10 Besar Kopi Mattabulu Dapat Penawaran dari STP Trisakti Jakarta


NARASI.ID
- Usai mengikuti festival pesona Kopi Agroforestri 2022 yang di selenggarakan oleh kementerian Lingkungan hidup dan kehutanan, Kopi Mattabulu salah satu Kopi yang mewakili Sulawesi Selatan Kembali  mendapat undangan 

Undangan khusus yang diterima Kopi Mattabulu setelah kopi Khas Soppeng masuk dalam sepuluh besar kopi terbaik di Indonesia 


Kadis PPK & UKM Soppeng Drs. Sarianto saat dihubungi mengatakan, usai penutupan Festival kemarin, kita kembali mendapatkan undangan khusus dari Rektorat STP (Sekolah Tinggi perhotelan dan Pariwisata) Trisakti Jakarta,

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Nurbeati, MM selaku wakil rektor II  bersama staf sekolah Tinggi perhotelan dan pariwisata Trisakti, berharap bisa bekerjasama dengan pihak Pemkab Soppeng kedepannya

" Saya berharap kita dapat melakukan kerjasama atau berkolaborasi dengan pihak Pemkab Soppeng di bidang Pariwisata Desa maupun dalam pengembangan produk lokal lainnya seperti Gula Aren ,kopi jenis arabica, robusta dan liberika," kata Nurbeti selaku wakil Rektor II STP Trisakti Jakarta

Dalam pertemuan itu juga, pihak STP Trisakti Jakarta akan melakukan kunjungan ke Kabupaten Soppeng sebagai kunjungan balasan di awal bulan Maret nanti.

"Insya Allah jika tidak ada halangan, sekitar bulan Maret awal kami akan datang berkunjung ke Soppeng untuk mengadakan pembinaan dan  pengembangan," ujarnya 

Selain itu, dirinya berharap pihak pemda bisa bekerja sama terkait konsep pembangunan kepariwisataan Soppeng sebagai strong point' Soppeng sebagai destinasi wisata.

Menanggapi hal itu, Bupati Soppeng 
HA. Kaswadi Razak menyambut baik pihak STP Trisakti Jakarta, terlebih jika ingin berkunjung ke Kabupaten Soppeng

" Ini harus kita respon dan support, terutama dalam pengembangan wawasan berwirausaha agar lebih mandiri kedepannya, yang pasti saya akan support demi untuk kesejahteraan masyarakatku," kata Kaswadi Razak